masih merana dalam diam yg ku anggap berharga ini,
masih tenggelam dalam kepiluan hati yg kuharap segera hilang dengan diam ini,
menjadi tak berarti benar-benar menyakitkan,
terlebih berada di tengah orang-orang yg begitu mengharapkan hidupku,
masih menunggu takdir apa yg sebenarnya Allah pilihkan untukku,
aku tahu menuggu saja memang tak kan ada hasilnya,
tapi aku terlanjur kecewa dengan kehidupan ini,
aku tahu itu bodoh nmnya,
namun hati ini belum bergairah untuk memulai semuanya dari awal lagi,
aku takut,
aku terus membayangkan berapa banyak lagi airmata yg kan tertumpah untuk awal ini,
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar